Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Dalam Kunjungan Kerja, Kapolda Sumut Tekankan Polri Harus Jadi Wajah Kepercayaan Publik

Dalam Kunjungan Kerja, Kapolda Sumut Tekankan Polri Harus Jadi Wajah Kepercayaan Publik

Skintific

Kapolda Sumut Tekankan Respons Cepat dan Humanis: Polri Harus Jadi Wajah Kepercayaan Publik

Tebingtinggi Cerita– Dalam sebuah pagi yang syahdu di Joglo Mako Polres Tapanuli Tengah, Selasa (16/9/2025), suasana terasa berbeda. Kehadiran Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto SIK, MH., Kapolda Sumatera Utara, bukan sekadar kunjungan formalitas biasa. Agenda kerja ini berubah menjadi sebuah kuliah singkat tentang kepemimpinan, pengabdian, dan visi membarukan hubungan antara Polri dan masyarakat yang dilayaninya.

Dihadapan seluruh personel Polres Tapteng yang hadir, Kapolda Whisnu tidak hanya menyampaikan angka dan data statistik, tetapi lebih pada menyuntikkan semangat dan filosofi baru: bahwa Polri harus menjadi wajah kepercayaan publik, yang dibangun melalui respons cepat yang cerdas dan pendekatan humanis yang tulus.

Skintific

Membangun Fondasi: Syukur dan Kebersamaan

Mengawali arahannya, Kapolda Whisnu mengajak seluruh jajarannya untuk kembali kepada dasar yang paling fundamental: rasa syukur dan kekuatan kebersamaan. Dalam dunia penuh tekanan seperti kepolisian, dua hal ini, menurutnya, adalah benteng dari kelelahan fisik dan mental.

Dalam Kunjungan Kerja, Kapolda Sumut Tekankan Polri Harus Jadi Wajah Kepercayaan Publik
Dalam Kunjungan Kerja, Kapolda Sumut Tekankan Polri Harus Jadi Wajah Kepercayaan Publik

 

Baca Juga: Malam yang Tertib Patroli Gabungan Polres Batu Bara Amankan Jalinsum

“Dengan bersyukur, kita melihat tantangan sebagai anugerah untuk berkarya. Dengan kebersamaan, kita menyadari bahwa tidak ada satu pun tugas yang bisa diselesaikan sendirian. Kita adalah satu tim, satu keluarga besar yang punya tanggung jawab mulia,” ujarnya, menyentuh sisi humanis setiap personel yang hadir.

Ia pun menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan loyalitas yang ditunjukkan personel Polres Tapteng. Terutama dalam pengamanan berbagai kegiatan masyarakat, termasuk unjuk rasa, yang berjalan aman dan kondusif. “Ini adalah bukti bahwa kalian bekerja dengan hati dan penuh tanggung jawab,” tegasnya. Pujian ini bukan basa-basi, melainkan pengakuan bahwa kerja keras mereka di garis depan telah diperhatikan dan dihargai oleh pimpinan.

Tantangan Geografis dan Keterbatasan Personel: Bukan Halangan, Justru Pemacu Inovasi

Kapolda Whisnu dengan jeli mengidentifikasi tantangan unik yang dihadapi Polres Tapteng. Wilayah dengan geografis yang kompleks—meliputi pulau, pantai, dan pegunungan—memerlukan strategi policing yang fleksibel dan adaptif. Tantangan ini diperberat dengan jumlah personel yang terbatas, hanya 327 orang yang harus menjaga keamanan sebesar kabupaten yang luas, didukung oleh 7 Polsek.

Namun, bagi Kapolda, keterbatasan justru tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. “Justru dengan saling mendukung, saling melengkapi, dan saling mengingatkan, kita bisa menjaga kepercayaan masyarakat,” ujarnya. Pernyataan ini mengandung pesan strategis: efisiensi dan kolaborasi adalah kunci. Ini mengisyaratkan perlunya pemanfaatan teknologi, intelligence-led policing, dan memperkuat sinergi dengan masyarakat (Police and Community Partnership) untuk mengatasi rasio personel yang belum ideal.

Respons Cepat terhadap Ancaman: Memberantas Narkoba untuk Selamatkan Generasi

Pidatunya kemudian bergeser kepada analisis data kriminal yang tajam. Kapolda menyoroti peningkatan 29% kasus pencurian pada periode Januari-Agustus 2025, dengan total 142 kasus dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, ia tidak berhenti pada gejala, tetapi langsung menukik ke akar masalah: penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba adalah musuh bangsa. Tidak ada kompromi terhadap pelaku, pengedar, maupun pemakai,” serunya dengan tegas. Pernyataan ini adalah penekanan pada respons cepat dan tanpa kompromi terhadap kejahatan yang merusak sendi-sendi masyarakat. Ia menempatkan Polri sebagai “garda terdepan” dalam perang melawan narkoba, sebuah posisi yang menuntut tindakan nyata, pro-aktif, dan berkelanjutan.

Pendekatannya jelas: penegakan hukum yang keras terhadap bandar dan pengedar, tetapi juga harus diiringi dengan pendekatan rehabilitatif yang humanis terhadap para pecandu yang adalah korban. Inilah wujud dari “respons cepat dan humanis” yang ia gaungkan—tidak menghakimi, tetapi menyelamatkan.

Filosofi Pengabdian: Polri adalah Cermin Rakyat

Penutup arahan Kapolda Whisnu adalah klimaks yang menyentuh hati. Ia mengingatkan bahwa bekerja bukan sekadar memenuhi perintah atau mengejar angka, tetapi karena kesadaran akan panggilan jiwa.

“Kita adalah abdi utama bagi nusa dan bangsa. Kita berasal dari rakyat, bekerja untuk rakyat, dan kembali kepada rakyat. Mari jalankan tugas ini dengan hati dan semangat pengabdian tanpa pamrih.”

Kalimat ini adalah inti dari seluruh pesannya. Polri Harus Jadi Wajah Kepercayaan Publik dengan cara kembali kepada jati diri sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat. Sebuah institusi yang melayani, melindungi, dan mengayomi, bukan yang ditakuti atau dijauhi.

Kunjungan kerja Kapolda Sumut ini lebih dari sekadar inspeksi mendadak. Ia adalah agenda nation and character building di tubuh Polri sendiri. Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto berhasil membingkai ulang tantangan operasional menjadi peluang untuk memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik.

Dengan menekankan respons cepat terhadap kejahatan dan pendekatan humanis dalam melayani masyarakat, ia sedang membentuk Polri yang tangguh sekaligus lembut, profesional sekaligus empatik. Tepuk tangan panjang yang mengakhiri acara bukan hanya bentuk penghormatan kepada atasan, melainkan sebuah ikrar baru untuk menjadikan Polres Tapanuli Tengah—dan Polri secara keseluruhan—sebagai wajah kepercayaan publik yang hakiki.

Masyarakat tidak butuh polisi yang sempurna, tetapi mereka merindukan polisi yang bisa dipercaya, yang hadir tepat saat dibutuhkan, dan yang memperlakukan mereka dengan rasa kemanusiaan. Itulah pesan yang digaungkan Kapolda Sumut, dan itulah komitmen yang kini bergema di hati setiap personel di Tapanuli Tengah.

Skintific