Wabup Deli Serdang Lantik 21 Pejabat, Tekankan Integritas dan Layanan Publik sebagai Fondasi Birokrasi
Tebingtinggi Cerita– Langkah percepatan pembangunan dan penguatan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Deli Serdang kembali ditandai dengan sebuah momen penting. Wakil Bupati (Wabup) Deli Serdang, Lom Lom Suwondo SS, secara resmi melantik 21 pejabat baru, yang terdiri dari 13 pejabat administrator dan delapan pejabat fungsional. Acara yang berlangsung khidmat di Aula Cendana, Kantor Bupati Deli Serdang, pada Jumat (3/10/2025) ini, tidak hanya sekadar seremonial, melainkan sebuah penegasan komitmen untuk membangun birokrasi yang berintegritas, kolaboratif, dan berorientasi pada pelayanan.
Dalam amanatnya yang tegas namun penuh motivasi, Wabup Lom Lom Suwondo menitipkan amanah besar kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa momen pelantikan ini harus menjadi pengingat untuk memperkuat peran, fungsi, dan tanggung jawab masing-masing individu dalam struktur pemerintahan.
“Pelantikan ini adalah tonggak penguatan birokrasi,” ujar Wabup, menekankan bahwa setiap jabatan yang diemban adalah amanah rakyat yang harus dijalankan dengan komitmen, semangat, kolaborasi, serta dedikasi tinggi demi kemajuan daerah.
Kolaborasi: Kunci Birokrasi yang Kuat dan Transparan
Salah satu poin kunci yang disoroti Wabup adalah pentingnya sinergi antara pejabat administrator dan pejabat fungsional. Dalam pemerintahan modern, kedua peran ini bagai dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Pejabat administrator berperan dalam perencanaan dan kebijakan, sementara pejabat fungsional adalah ujung tombak implementasi di lapangan.
Baca Juga: Kota Medan Diperkirakan Diguyur Hujan Ringan Sepanjang Hari Jumat
“Kerja sama yang solid antara kedua unsur ini akan membuat pemerintahan semakin kuat, transparan, dan tepat dalam pelaksanaan program,” pesan Lom Lom Suwondo. Kolaborasi ini diharapkan dapat meminimalisir tumpang tindih wewenang, mempercepat proses layanan, dan pada akhirnya meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi pemerintah.
Integritas dan Etika: Pondasi Lingkungan Kerja yang Harmonis
Di tengah maraknya tantangan dan godaan dalam birokrasi, Wabup dengan tegas mengingatkan agar seluruh pejabat berpegang teguh pada etika, disiplin, dan nilai-nilai moral. Pesan ini bukanlah hal yang baru, namun konteksnya sangat relevan dalam upaya membangun pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
“Menjaga integritas bukan hanya tentang menghindari korupsi, tetapi juga tentang konsistensi dalam bertindak jujur, adil, dan bertanggung jawab dalam setiap pengambilan keputusan,” tegasnya. Penekanan pada nilai-nilai ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, saling menghargai, dan kondusif untuk inovasi dalam pelayanan publik.
Arahan Khusus untuk Camat: Jadilah Pemersatu dan Problem Solver
Perhatian khusus diberikan Wabup kepada para camat yang termasuk dalam jajaran pejabat yang dilantik. Sebagai kepala wilayah di tingkat kecamatan, camat memegang peran strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah kabupaten di tengah masyarakat.
“Camat harus menjadi pemersatu, mampu berkoordinasi dengan semua unsur, dan cepat dalam menyelesaikan persoalan di masyarakat,” imbau Lom Lom Suwondo. Ia meminta para camat untuk segera menyesuaikan diri dan memahami dinamika di wilayah tugas masing-masing. Pesan yang paling tegas adalah peringatan keras terhadap penyalahgunaan jabatan dan praktik pungutan liar (pungli).
“Jangan sampai ada penyalahgunaan jabatan atau pungli. Itu adalah pengkhianatan terhadap amanah dan kepercayaan rakyat,” ungkapnya dengan nada serius.












