Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Di Tengah Antusiasme Warga, Anggota DPRD Sumut Budi Serap Aspirasi di Tebing Tinggi

Di Tengah Antusiasme Warga, Anggota DPRD Sumut Budi Serap Aspirasi di Tebing Tinggi

Skintific

Reses yang Menyentuh Hati: Aspirasi Warga Tebing Tinggi Didengar Langsung oleh Anggota DPRD Sumut Budi

Tebingtinggi Cerita– Di tengah hiruk-pikuk kehidupan demokrasi, ruang bagi rakyat untuk menyuarakan keluh kesah secara langsung kepada wakilnya seringkali terasa sempit. Namun, pada Kamis (9/10/2025) sore yang cerah, Aula Hotel Amanda di Jalan Dr. Sutomo, Kota Tebing Tinggi, menjadi saksi bisu terhubungnya kembali tali komunikasi antara warga dan pemangku kebijakan. Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dari Fraksi Partai Gerindra, Budi, dengan penuh semangat menggelar kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun 2025–2026, sebuah agenda yang berhasil menyedot perhatian dan antusiasme ratusan warga dari berbagai penjuru kelurahan.

Anggota DPRD Sumut Budi Serap Aspirasi Warga Tebing Tinggi, Soroti Masalah KIP dan UMKM

Skintific

Baca Juga: Di Ruang Penuh Inspirasi, Pj Sekda Tebing Tinggi Gelorakan Semangat Literasi bagi ASN

Acara yang seharusnya bersifat formal ini, berubah menjadi sebuah dialog hidup yang penuh makna. Bukan sekadar seremonial, reses ini menjadi jembatan emas tempat masyarakat dengan bebas mencurahkan segala aspirasi, harapan, dan juga kegetiran atas berbagai persoalan yang mereka hadapi sehari-hari. Setiap masukan, keluhan, dan curhat warga dicatat dengan saksama oleh Budi dan timnya, untuk kemudian dibawa dan dibahas dalam rapat paripurna DPRD Sumut, mengawali proses perjuangan dari tingkat paling dasar.

Suara Rakyat yang Bergema: Dari Jalan Rusak hingga KIP yang Mandul

Sedikitnya lima perwakilan warga secara bergantian menyampaikan persoalan-persoalan krusial yang selama ini mengganjal. Ragam isu yang mengemuka membuktikan kompleksnya tantangan pembangunan di tingkat akar rumput.

  • Infrastruktur yang Memprihatinkan: Warga mengeluhkan kerusakan jalan di kawasan Asrama Kodim Deli Serdang yang sudah parah dan mengganggu mobilitas. Ditambah lagi, minimnya penerangan jalan di sejumlah titik menimbulkan kekhawatiran akan keamanan warga, terutama di malam hari.

  • Ancaman Bencana yang Mengintai: Permasalahan tanggul Bajayu yang membutuhkan perbaikan segera juga menjadi perhatian serius. Warga khawatir, jika tidak segera ditangani, tanggul tersebut tidak akan mampu menahan laju air dan berpotensi menyebabkan banjir yang merugikan.

  • Ekonomi dan Sosial yang Terkendala: Dukungan bagi pelaku UMKM dirasakan masih belum optimal, padahal sektor ini adalah nadi perekonomian kota. Begitu pula dengan penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dinilai belum tepat sasaran, sehingga tidak menyentuh mereka yang benar-benar membutuhkan. Isu honor bagi guru mengaji juga mengemuka, menegaskan pentingnya apresiasi terhadap para pejuang pendidikan moral.

  • KIP yang “Mandul”: Di antara semua keluhan, satu aspirasi berhasil menyita perhatian khusus Budi. Seorang warga mengungkapkan kekecewaannya karena telah memegang Kartu Indonesia Pintar (KIP), namun tidak pernah sekalipun menerima bantuan dana pendidikan yang dijanjikan. “Ada yang menarik dari bapak tadi, bahwa sudah memiliki kartu KIP tapi tidak pernah menerima dana. Kalau sudah dapat kartu, seharusnya dananya juga disalurkan. Ini akan saya telusuri dan tindak lanjuti,” tegas Budi di hadapan peserta reses. Komitmennya langsung terlihat nyata.

Budi tidak hanya berhenti pada janji. Ia menjelaskan secara transparan bahwa pada tahun ini, ia memperoleh kuota sekitar 50 KIP untuk tingkat SD dan SMP. Meski mengakui jumlahnya belum banyak, ia bertekad untuk terus memperjuangkan kuota yang lebih besar. “Kami akan terus dorong agar program KIP ini bisa menjangkau lebih luas, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Kota Tebing Tinggi,” tambahnya, memberikan harapan baru bagi masa depan pendidikan anak-anak kota.

Skintific