Wakil Walikota Tebing Tinggi Pacu Akses Perumahan Layak untuk Semua: Langkah Nyata Wujudkan Kesejahteraan Masyarakat
Tebingtinggi Cerita– Suasana di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, pagi itu penuh dengan semangat dan tekad baru. Para pemangku kepentingan utama di bidang perumahan berkumpul dalam acara Sosialisasi Kredit Program Perumahan, sebuah agenda strategis untuk mempercepat akses masyarakat terhadap hunian layak. Kehadiran Wakil Walikota Tebing Tinggi, H. Chairil Mukmin Tambunan SE. M.Si, beserta jajaran pemerintah kota, menegaskan komitmen serius untuk menjadikan Tebing Tinggi sebagai kota terdepan dalam pelaksanaan program perumahan rakyat di Indonesia.
Tampak hadir mendampingi Wakil Walikota, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Reza Agistha, Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Syaiful Fahri SP. M.Si, Plt Kadis Perkimtah Victor A.T. Nainggolan, S.SiT, serta Kasubag Protokol. Kehadiran para pejabat kunci ini menunjukkan pendekatan terintegrasi yang diambil Pemerintah Kota Tebing Tinggi dalam menangani isu perumahan.
Sinergi Stakeholder: Kunci Keberhasilan Program Perumahan
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Wakil Walikota Chairil Mukmin Tambunan menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak. “Kami percaya, dengan kerja sama yang sinergis antar-stakeholder, Kota Tebing Tinggi dapat menjadi salah satu kota terdepan dalam pelaksanaan program perumahan rakyat di Indonesia,” tegasnya.
Baca Juga: Di Tengah Antusiasme Warga, Anggota DPRD Sumut Budi Serap Aspirasi di Tebing Tinggi
Visinya jelas dan terarah: “Rumah layak untuk semua, ekonomi tumbuh, dan masyarakat hidup sejahtera, itulah tujuan yang ingin kita capai bersama.” Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan sebuah komitmen yang dijabarkan dalam langkah-langkah konkret.
Wakil Walikota kemudian menyampaikan arahan strategis kepada berbagai pihak. Kepada para developer, ia meminta untuk segera memetakan calon penerima yang benar-benar layak, mempercepat proses verifikasi, serta membantu sosialisasi hingga ke tingkat kelurahan. “Pendekatan dari pintu ke pintu mungkin diperlukan untuk memastikan tidak ada satu pun warga yang tertinggal informasi mengenai program ini,” tambahnya.
Permudah Administrasi, Jaga Kualitas
Dalam dialog dengan perwakilan perbankan, Chairil Mukmin Tambunan menyampaikan harapan agar proses administrasi kredit dapat dipermudah tanpa mengabaikan prosedur yang berlaku. “Kemudahan akses pembiayaan merupakan kunci utama bagi masyarakat, khususnya dari kalangan berpenghasilan rendah, untuk dapat memiliki rumah sendiri,” ujarnya.
Sementara kepada para pengembang, ia menekankan pentingnya menyiapkan stok rumah sesuai spesifikasi program dan menjaga kualitas bangunan serta infrastruktur pendukung. “Kualitas tidak boleh dikorbankan. Rumah yang dibangun harus menjadi hunian yang sehat, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” tegasnya.
Dampak Berganda Sektor Perumahan bagi Perekonomian
Wakil Walikota juga menjelaskan peran strategis sektor perumahan dalam menggerakkan ekonomi daerah. “Setiap rumah yang dibangun menggerakkan banyak sektor, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, hingga penyerapan tenaga kerja,” paparnya.
Dijelaskannya, program perumahan tidak hanya menyelesaikan masalah hunian, tetapi juga menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi yang signifikan. “Program ini juga menjadi jalan bagi masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah sendiri, yang pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan dan stabilitas sosial,” jelas Chairil.
Dukungan Penuh Pemerintah Pusat
Acara yang juga dihadiri Sekdaprov Sumut Togap Simangunsong dan para kepala daerah se-Sumut ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Menteri PKP Maruarar Sirait mengapresiasi langkah cepat Gubernur Sumut dalam mendukung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.
Maruarar menjelaskan bahwa salah satu skema pembiayaan yang dapat dimanfaatkan masyarakat adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dengan tegas ia menekankan, “Program KUR bukan untuk orang kaya,” sambil menegaskan pentingnya penyaluran yang tepat sasaran.
Menteri PKP juga mendorong perbankan agar aktif memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat, serta meminta pemerintah daerah mempercepat proses perizinan. “Kita buat yang susah jadi mudah, yang lamban jadi cepat,” ujar Maruarar dengan penuh keyakinan.












