Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Suasana Haru dan Semangat Gotong Royong Warga Tebing Tinggi Pasca Diterjang Banjir

Suasana Haru dan Semangat Gotong Royong Warga Tebing Tinggi Pasca Diterjang Banjir

Skintific

Curah Hujan Tinggi Rendam Dua Kecamatan di Tebing Tinggi, Warga Berjuang Pulihkan Sisa-Sisa Banjir

Tebingtinggi Cerita– Suasana pilu dan semangat pantang menyerah menyelimuti dua kecamatan di Kota Tebing Tinggi, Senin (13/10/2025) sore. Pasca diterjang banjir pada Minggu malam (12/10/2025), ratusan warga di Kecamatan Tebing Tinggi dan Padang Hulu perlahan mulai membenahi rumah mereka yang porak-poranda. Genangan air yang sempat mencapai satu meter mulai surut, meninggalkan jejak berupa lumpur tebal, sampah yang berserakan, serta kenestapaan akan hilangnya penghasilan dan terganggunya aktivitas sehari-hari.

Banjir yang dipicu oleh meluapnya Sungai Bahilang akibat curah hujan tinggi itu, tidak hanya merendam rumah, tetapi juga menguji ketahanan warga yang harus menghadapi kenyataan pahit pascabencana.

Skintific

Lumpur dan Kerugian: Perjuangan Warga Membersihkan Sisa Banjir

Di Kampung Rao, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, aktivitas membersihkan rumah tampak di mana-mana. Zulham, salah seorang warga, terlihat sibuk menyapu lumpur yang memenuhi lantai dan dinding rumahnya. Wajahnya tampak lelah, tetapi tangannya tak berhenti bekerja.

“Saya sedang bersih-bersih rumah keadaannya banjir. Banjirnya datang pada Minggu malam sekitar jam 7 malam. Tapi pada Senin pagi sekitar pukul 5 pagi, sudah mulai surut,” ujar Zulham, menceritakan singkatnya durasi banjir yang justru meninggalkan kerusakan berarti.

curah_hujan_tinggi_rendam_dua_kecamatan_di_tebing_tinggi_warga_kini_bereskan_rumah

Baca Juga: Kota Tebing Tinggi Terendam Banjir Kiriman Usai Tanggul Sergai Jebol

Namun, dampaknya jauh lebih dalam dari sekadar lumpur yang harus dibersihkan. Sebagai pedagang, Zulham harus merelakan pendapatannya hilang. “Akibat banjir ini, sampai disuruh pulang saya terpaksa enggak berdagang,” pungkasnya dengan nada kecewa. Kisah Zulham adalah potret nyata dari puluhan, bahkan mungkin ratusan, warga yang mata pencahariannya ikut terendam banjir.

Jeritan Bantuan: Makanan Jadi Kebutuhan Mendesak

Sementara warga sibuk dengan cangkul dan sapu, jeritan bantuan terus disuarakan. Kepala Lingkungan (Kepling) 01 Kelurahan Pasar Baru, Hasbulah, secara tegas menyampaikan harapan warganya agar pemerintah setempat segera turun tangan.

“Harapkan kami paling bantuan makananlah. Bantuan biasanya kan kalau sudah kena banjir enggak bisa makan dan enggak bisa masak,” ujar Hasbulah. Pernyataannya menyiratkan kondisi darurat yang dihadapi warga. Saat dapur terendam air dan perabotan rusak, kemampuan untuk memenuhi kebutuhan pangan paling dasar pun menjadi terhambat.

Hasbulah juga memberikan gambaran situasi saat banjir melanda. “Sekarang sudah mulai surut. Saat banjir melanda, ketinggian air sekitar 1 meteran. Tadi malam ada warga saya sempat mengungsi yang tinggal di pinggiran aliran Sungai Bahilang,” tuturnya. Meski air telah surut, trauma dan kekhawatiran akan terulangnya banjir di masa depan masih membayangi.

Dua Kecamatan Terendam, Sungai Bahilang Kembali Mengamuk

Banjir yang terjadi pada Minggu malam tersebut merupakan konsekuensi dari intensitas hujan yang tinggi. Air Sungai Bahilang yang meluap dengan cepat merendam permukiman warga di dua kecamatan. Menurut laporan, daerah yang terdampak antara lain Kelurahan Mandailing dan Pasar Baru di Kecamatan Tebing Tinggi, serta Kelurahan Persiakan di Kecamatan Padang Hulu.

Di beberapa titik, ketinggian air mencapai 50 hingga 70 sentimeter, cukup untuk merusak perabotan rumah tangga, elektronik, dan persediaan makanan warga. Kejadian ini kembali menegaskan kerentanan kawasan di bantaran Sungai Bahilang terhadap ancaman banjir ketika hujan dengan intensitas ekstrem melanda.

Skintific