Naik Motor Trail, Wali Kota Tebing Tinggi Buktikan Komitmen dengan Serahkan Beras Mahdani Langsung ke Warga
Tebingtinggi Cerita– Suasana berbeda menyambut di Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kota Tebing Tinggi, pada Selasa (14/10/2025) sore itu. Bukan iring-iringan mobil dinas mewah, melainkan deruman sepeda motor trail yang membawa rombongan Wali Kota Tebing Tinggi, Iman Irdian Saragih. Kedatangan dengan cara yang tidak biasa ini bukan untuk seremonial belaka, tetapi untuk aksi nyata: menyerahkan secara langsung Bantuan Beras Mahdani kepada warga yang berhak. Langkah ini mengirimkan pesan kuat tentang kedekatan dan kepedulian pemimpin pada rakyatnya.
Kebijakan yang Menyasar Tepat Sasaran
Beras Mahdani, yang namanya menjadi harapan bagi warga kurang mampu, bukanlah bantuan yang sembarangan penyalurannya. Di Kantor Lurah Tanjung Marulak Hilir, Lurah Suwarni dengan tegas menjelaskan kriteria penerimanya.
“Kategori warga penerima bantuan beras Mahdani yaitu warga yang terdaftar di lima desil ke bawah dan tidak menerima bantuan PKH dan BPNT,” jelas Suwarni kepada MISTAR. “Kalau dia terdaftar di lima desil ke atas, dia tidak berhak mendapat bantu. Desil itu adalah ketentuan prioritas warga yang berhak mendapat bantuan.”
Baca Juga: Suasana Haru dan Semangat Gotong Royong Warga Tebing Tinggi Pasca Diterjang Banjir
Penjelasan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke tangan mereka yang paling membutuhkan, menghindari tumpang tindih dengan program bantuan sosial pusat lainnya. Sistem desil menjadi pisau analisis untuk memetakan tingkat ekonomi warga secara lebih akurat.
Beras Mahdani: Bantuan Lokal yang Berkelanjutan
Lebih jauh, Suwarni memaparkan bahwa Beras Mahdani merupakan program berkelanjutan yang dianggarkan melalui APBD Kota Tebing Tinggi. Berbeda dengan BPNT dan PKH yang berasal dari Kementerian Sosial, Beras Mahdani murni merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah.
“Untuk pembagian bantuan beras Mahdani, dalam satu tahun itu 3 kali pembagian… Beras Mahdani ini adalah beras yang dialokasikan oleh APBD,” ungkapnya.
Yang menarik, harapan yang disematkan pada program ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan sesaat. Lurah Suwarni menyampaikan harapan yang lebih mendalam: peningkatan taraf hidup warga.
“Harapannya ke depan bisa naik kelas. Penerima bantuan Mahdani tahun depan bisa menerima Bantuan BPNT. Yang di bawahannya, hanya itu yang masih bisa kita daftarkan ke Mahdani,” ucap Suwarni. Ini adalah visi yang progresif, di mana bantuan sosial dilihat sebagai batu loncatan untuk keluar dari jerat kemiskinan, bukan sebagai ketergantungan.
Sentuhan Langsung dan Umpan Balik dari Warga
Kehadiran Wali Kota Iman Irdian Saragih dengan motor trailnya bukan hanya pencitraan. Sebelum seremonial penyerahan, ia terlebih dahulu turun ke lapangan, memasang label di sejumlah rumah warga di Jalan Bukit Batu Ganjang. Sebuah tindakan simbolis yang menunjukkan perhatian pada detail dan upaya verifikasi langsung.
Dua warga penerima bantuan, Dea, menyampaikan apresiasinya. “Kepada Pak Wali Kota, kami ucapkan terima kasih telah tersalurnya bantuan Beras Mahdani ini,” ujarnya.
Namun, di balik ucapan terima kasih, terselip harapan dan kritik konstruktif. Dea berharap proses distribusi di masa depan bisa lebih cepat. “Kalau bisa jangan kayak gini lagi lah, Bang. Lama menunggu dan menanti,” keluhnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya ketepatan sasaran hingga ke level terbawah. “Harapan kami ke depannya, yang dapat bantuannya jangan pilih-pilih kasih gitu loh. Tengok-tengok betul lah mana yang betul-betul membutuhkan,” tutur Dea. Ucapan ini adalah reminder berharga bagi aparat kelurahan untuk terus memperbaiki proses pendataan dan memastikan keadilan sosial benar-benar terwujud.












