Aspemkesra Tebing Tinggi Tegaskan MTQ Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Sarana Syiar Islam
Tebingtinggi– Dalam persiapan menuju Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-54 tingkat Kota Tebing Tinggi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Aspemkesra) Bambang Sudaryono menekankan bahwa event bergengsi ini bukanlah sekadar ajang kompetisi biasa. Lebih dari itu, MTQ merupakan bagian dari syiar Islam yang perlu diselenggarakan dengan penuh tanggung jawab dan kesungguhan.
Pernyataan ini disampaikan Bambang saat memimpin rapat persiapan dan koordinasi di ruang rapat Balai Kota, Selasa (7/10/2025), yang dihadiri oleh jajaran pemerintah kota, camat, lurah, serta perwakilan kepolisian.
Esensi MTQ: Dari Kompetisi Menuju Pemahaman Hakiki
Dalam arahannya, Bambang mengajak seluruh pihak untuk merefleksikan kembali makna mendasar dari penyelenggaraan MTQ. “Kita perlu memahami bahwa MTQ bukan hanya tentang memperebutkan piala dan gelar. Ini adalah momentum untuk mendekatkan masyarakat pada Al-Qur’an, memperkuat ukhuwah Islamiyah, dan menampilkan keindahan ajaran Islam melalui lantunan ayat-ayat suci,” ujarnya.
Baca Juga: Di tengah Semangat HUT TNI ke-80, Polres Tebing Tinggi Beri Kejutan Manis ke Subdenpom
Pernyataan ini mengingatkan kita bahwa MTQ memiliki dimensi spiritual yang lebih dalam daripada sekadar turnamen. Setiap qari dan qariah yang melantunkan ayat suci tidak hanya sedang menunjukkan kemampuan vokal dan teknik tilawah, tetapi juga menjadi medium penyampai pesan Ilahi kepada seluruh hadirin.
Sinergi Multidimensi untuk Kesuksesan MTQ
Rapat koordinasi yang berlangsung khidmat tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk menyukseskan event bergengsi ini. Bambang menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak, mulai dari aspek teknis, akomodasi, hingga keamanan.
“Sinergi dan kerja sama menjadi kunci keberhasilan. Saya mengajak seluruh panitia dan pihak terkait agar benar-benar serius mempersiapkan acara ini,” tegas Bambang.
Dukungan penuh juga datang dari kepolisian. Perwakilan Polres Tebing Tinggi, Kanit Binmas Polsek Padang Hilir Aiptu Suwandi, menyatakan kesiapan penuh untuk mengamankan acara. “Kami akan menyiapkan personel dan berkoordinasi erat dengan panitia guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama kegiatan berlangsung,” janjinya.
MTQ sebagai Perekat Ukhuwah Islamiyah
MTQ ke-54 tingkat Kota Tebing Tinggi diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat tali persaudaraan antarwarga. Dalam perspektif yang lebih luas, event semacam ini memiliki peran penting dalam membangun harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam satu arena untuk mendengarkan lantunan Al-Qur’an menciptakan ruang dialog spiritual yang dapat mentransendensi perbedaan latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya.
Dampak Jangka Panjang Syiar melalui MTQ
Penyelenggaraan MTQ dengan perspektif syiar, seperti yang ditekankan Aspemkesra, memiliki dampak berkelanjutan yang signifikan:
-
Revitalisasi Minat Mempelajari Al-Qur’an
Event bergengsi seperti MTQ seringkali memicu gelombang baru minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mempelajari dan mendalami Al-Qur’an. -
Penguatan Identitas Keislaman yang Moderat
Melalui MTQ, Islam hadir dalam wajahnya yang ramah, indah, dan menyejukkan, sekaligus menjadi counter narrative terhadap pandangan sempit tentang agama. -
Pemberdayaan Ekonomi Umat
Event berskala kota seperti ini juga menggerakkan ekonomi masyarakat, mulai dari usaha kuliner, perdagangan, hingga jasa lainnya.












