Skintific
Skintific
Skintific Skintific Skintific

Kendarai Sepeda Motor, Wali Kota Tebingtinggi Akan Tinjau Lokasi Bantuan RTLH

Skintific

Tebing Tinggi Cerita – Suasana berbeda terlihat di Lingkungan V, Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Padang Hulu, Kota Tebingtinggi, Kamis (4/9/2025). Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih, memilih mengendarai sepeda motor sederhana saat meninjau langsung lokasi rumah warga yang akan direhabilitasi melalui program bantuan renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tahun Anggaran 2025.

Skintific

Kedatangannya disambut hangat masyarakat setempat. Sambil menelusuri jalan setapak bersama rombongan, Wali Kota beberapa kali menyapa warga yang ditemui.
“Halo, apa kabar?” ucapnya ramah.
“Sehat, Pak,” jawab warga sambil tersenyum.

Gestur sederhana itu menggambarkan kedekatan antara pemimpin daerah dengan warganya. Di sela perjalanan, Irdian tampak memperhatikan kondisi lingkungan sekitar, mulai dari akses jalan hingga rumah-rumah yang masuk dalam daftar penerima manfaat program.

Baca Juga : 11 Siswa Sekolah Rakyat Tebing Tinggi Diduga Keracunan, KNPI Desak Evaluasi Manajemen

Peletakan Batu Pertama RTLH

Kunjungan tersebut bertepatan dengan kegiatan peletakan batu pertama (groundbreaking) program RTLH yang digelar oleh Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan (Perkimtah) Kota Tebingtinggi. Ada dua lokasi utama yang menjadi titik pelaksanaan, yakni di Kelurahan Lubuk Raya, Kecamatan Padang Hulu, serta di Kelurahan Mandailing, Kecamatan Tebingtinggi Kota.

Secara simbolis, Wali Kota dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya rehabilitasi rumah warga. Program ini bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 dan dirancang untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah.

“Program RTLH ini bukan sekadar pembangunan fisik rumah, tetapi juga bagian dari upaya Pemko meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan rumah yang lebih layak, kesehatan dan kenyamanan keluarga juga akan lebih terjamin,” ujar Irdian dalam sambutannya.

Menjawab Kebutuhan Warga

Data dari Dinas Perkimtah menunjukkan, masih banyak rumah warga di Tebingtinggi yang masuk kategori tidak layak huni. Kondisi itu meliputi atap yang bocor, dinding rapuh, ventilasi tidak memadai, hingga lantai yang belum permanen. Rumah-rumah tersebut berisiko terhadap kesehatan penghuninya, terutama anak-anak dan lansia.

Melalui program RTLH 2025, puluhan unit rumah akan direhabilitasi secara bertahap. Bantuan ini diprioritaskan bagi warga dengan kondisi ekonomi menengah ke bawah yang benar-benar membutuhkan.

Salah satu warga penerima manfaat, Siti Aminah, mengaku terharu rumahnya akan segera diperbaiki. “Sudah lama kami tinggal di rumah yang atapnya sering bocor kalau hujan deras. Alhamdulillah sekarang diperhatikan pemerintah, semoga rumah kami bisa lebih layak dihuni,” ungkapnya.

Dukungan Anggaran dan Transparansi

Wali Kota menegaskan bahwa pelaksanaan program RTLH didukung penuh oleh APBD TA 2025. Pemko Tebingtinggi memastikan seluruh proses berjalan transparan, mulai dari verifikasi penerima manfaat, perencanaan, hingga pelaksanaan pembangunan.

“Kami ingin setiap rupiah yang digunakan benar-benar sampai ke masyarakat. Karena itu pengawasan dari semua pihak, termasuk masyarakat, sangat penting,” tegas Irdian.

Selain perbaikan rumah, program ini juga diharapkan dapat menciptakan efek domino. Dengan rumah yang layak, warga akan lebih produktif, anak-anak bisa belajar lebih nyaman, dan kualitas hidup keluarga meningkat.

Harapan ke Depan

Program RTLH bukanlah yang pertama kali dilaksanakan di Tebingtinggi. Namun, melalui peningkatan anggaran tahun ini, jumlah rumah yang direhabilitasi ditargetkan lebih banyak dibanding tahun sebelumnya. Pemerintah kota juga tengah menyiapkan sinergi dengan program pemerintah pusat serta kerja sama dengan pihak swasta agar cakupan bantuan semakin luas.

“Ini langkah awal. Ke depan kita berharap seluruh rumah warga di Tebingtinggi memenuhi standar hunian layak. Tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah rapuh dan membahayakan jiwa,” kata Irdian optimistis.

Masyarakat pun menyambut baik program ini. Beberapa warga menilai langkah Pemko memberi dampak nyata, bukan hanya janji politik. Mereka berharap keberlanjutan program tetap terjaga meski terjadi pergantian kepemimpinan di masa mendatang.

Sentuhan Personal

Momen Wali Kota yang memilih menggunakan sepeda motor sederhana untuk meninjau lokasi RTLH menjadi perhatian tersendiri. Bagi sebagian warga, tindakan itu menunjukkan kesederhanaan sekaligus komitmen pemimpin untuk turun langsung merasakan kondisi di lapangan.

“Kalau datang pakai mobil dinas mungkin tidak sampai ke sini, jalannya kecil. Tapi karena naik motor, beliau bisa lihat langsung keadaan rumah-rumah kami,” tutur seorang warga.

Dengan semangat kebersamaan, Pemko Tebingtinggi berharap program RTLH dapat menjadi wujud nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat kecil. Harapannya, kualitas hunian yang lebih baik akan membuka jalan bagi peningkatan kesejahteraan warga secara keseluruhan.

Skintific