1. Program Penghapusan Sanksi PKB-BBNKB Bikin Penerimaan Melesat Rp1,8 M dalam 2 Hari
Tebintinggi Cerita Program penghapusan sanksi PKB dan BBNKB yang diluncurkan Gubernur Pramono Anung sejak 14 Juni 2025 mendapat respons luar biasa. Kepala Unit PKB-BBNKB Jakarta Timur, Alberto Ali, melaporkan penerimaan pajak harian meningkat hampir tiga kali lipat—menyentuh Rp1,8 miliar selama dua hari terakhir—dibanding Rp600–800 juta di awal program.
2. Kisah Warga: “Motor Dua Tahun Nunggak, Kini Bisa Lancar Bayar Tanpa Denda”
Sunaryo (44), seorang warga Jakarta Timur, akhirnya bisa menuntaskan tunggakan pajak sepeda motornya. “Motor saya sudah dua tahun nunggak dan denda menumpuk. Berkat program ini, saya bisa bayar tanpa beban ekstra,” ujarnya lega saat mengambil STNK baru di SAMSAT terdekat.

Baca Juga: BMKG Prediksi Cuaca Berawan di Jakarta Sepanjang Hari Ini
3. Analisis: Strategi Sukses Pemerintah DKI Memacu Kepatuhan Pajak
Dengan target PKB Rp1,9 triliun dan BBNKB Rp1,2 triliun, realisasi pertengahan Juni sudah tembus 40%. Program sanksi ini menjadi stimulus efektif—ditambah sosialisasi digital dan fisik—untuk mendorong warga mengejar tunggakan dan membayar pajak tepat waktu.
4. Program penghapusan : Penghapusan Denda Pajak Instrumen Hebat untuk Membangun Kepercayaan Publik
Program ini bukan sekadar insentif fiskal, tapi aksi meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Ini bisa menjadi model fiskal progresif untuk daerah lain.
5. Rangkuman Program & Dampaknya
-
Periode: 14 Juni–31 Agustus 2025
-
Manfaat: Bebas denda PKB & BBNKB
-
Penerimaan Harian: Naik dari Rp600–800 juta menjadi Rp1,8 miliar
-
Realisasi Pajak (Juni): 40% dari target PKB & BBNKB
-
Instrumen Promosi: Media sosial, videotron, spanduk, media massa
Program ini memberikan momentum besar untuk menutupi backlog pajak sambil melibatkan partisipasi publik demi pembangunan daerah.
Alberto menambahkan, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi melalui berbagai saluran—media sosial, videotron, media massa, hingga pemasangan spanduk dan banner—guna menjangkau lebih banyak warga.Hingga pertengahan Juni, realisasi sudah mencapai 40 persen dari target.
“Kami optimistis target ini dapat tercapai karena pajak berperan penting dalam membiayai pembangunan fisik maupun nonfisik,” bebernya.
Salah satu WP, Sunaryo (44), menyambut baik program ini. “Motor saya sudah dua tahun menunggak. Alhamdulillah, kebijakan ini sangat meringankan.
